Cepi Belum Ditemukan, SAR Gabungan Sisir Hilir Sungai Kampar Hingga 3 Kilometer

   

JENAWI | KAMPAR – Operasi pencarian terhadap Cepi (30), warga Bandung yang dilaporkan tenggelam di Sungai Kampar, Desa Muara Jalai, Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar, terus berlanjut. Memasuki hari kedua, Senin (8/6/2026), Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian hingga sekitar tiga kilometer ke arah hilir sungai untuk menemukan korban yang hilang setelah berupaya menyelamatkan rekannya dari maut.

Peristiwa tersebut bermula saat Cepi berusaha menolong seorang rekannya yang hampir tenggelam akibat derasnya arus Sungai Kampar. Aksi heroiknya berhasil menyelamatkan sang rekan, namun Cepi justru terseret arus dan hingga kini belum ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengatakan seluruh personel kembali melanjutkan operasi sejak pagi dengan strategi yang telah dievaluasi berdasarkan hasil pencarian hari sebelumnya.

“Pada pukul 07.00 WIB tim melaksanakan briefing dan evaluasi sebelum melanjutkan pencarian. Hari ini penyisiran dilakukan sejauh kurang lebih tiga kilometer ke arah hilir Sungai Kampar menggunakan pola pencarian paralel sesuai rencana operasi,” ujar Budi.

Menurutnya, metode pencarian paralel diterapkan untuk memaksimalkan cakupan area pencarian, mengingat kuatnya arus sungai yang berpotensi menggeser posisi korban dari titik awal kejadian.

Tim SAR Gabungan memfokuskan pencarian pada sejumlah sektor di sekitar lokasi tenggelam dengan mempertimbangkan kondisi arus, karakteristik sungai, serta hasil analisis yang dilakukan di lapangan. Selain penyisiran di permukaan sungai, pemantauan terus dilakukan untuk mengidentifikasi kemungkinan pergerakan korban mengikuti aliran air.

Sebelumnya, tujuh personel Rescue dari Kantor SAR Pekanbaru telah diberangkatkan menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 43,74 kilometer dari kantor SAR. Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan yang terdiri dari aparat terkait, pemerintah setempat, serta masyarakat guna menyusun langkah pencarian yang efektif.

Selama operasi berlangsung, kondisi cuaca dan arus sungai terus dipantau secara berkala demi menjaga efektivitas pencarian sekaligus keselamatan para personel yang bertugas di lapangan.

Budi menegaskan bahwa seluruh unsur SAR gabungan berkomitmen mengoptimalkan pencarian hingga korban ditemukan. Apabila berhasil ditemukan, korban akan segera dievakuasi dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

“Seluruh unsur SAR gabungan berkomitmen memberikan upaya terbaik dalam pencarian ini. Kami juga mengimbau masyarakat yang membantu di lapangan untuk selalu mengutamakan keselamatan selama kegiatan berlangsung,” katanya.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di perairan terbuka, terutama di sungai yang memiliki arus deras dan kondisi yang kerap sulit diprediksi. Di sisi lain, aksi Cepi yang rela mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan orang lain menunjukkan nilai kemanusiaan dan keberanian yang patut diapresiasi.

Di tengah upaya pencarian yang masih berlangsung, keluarga korban terus menanti kabar dengan penuh harapan. Sementara itu, sinergi antara Tim SAR, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam operasi kemanusiaan yang kini memasuki hari kedua.



Sumber: Humas Kantor SAR Pekanbaru.

Komentar